Hidrosefalus adalah akumulasi cairan serebrospinal yang tidak normal di dalam ventrikel otak. Cairan serebrospinal diproduksi di ventrikel otak, beredar melalui sistem ventrikel dan diserap ke dalam aliran darah. Cairan serebrospinal bersirkulasi secara terus menerus dan memiliki banyak fungsi penting. Cairan ini mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang dan bertindak sebagai bantalan pelindung. Hidrosefalus terjadi apabila terdapat ketidakseimbangan antara jumlah cairan serebrospinal yang diproduksi dan kecepatan penyerapannya. Ketika cairan serebrospinal menumpuk, cairan ini menyebabkan ventrikel otak membesar dan tekanan di dalam kepala meningkat; penyebab hidrosefalus tidak diketahui. Hidrosefalus kongenital (ada sejak lahir) diduga disebabkan oleh interaksi kompleks faktor lingkungan dan genetik. Stenosis saluran air dan spina bifida adalah dua contohnya, hidrosefalus yang didapat dapat disebabkan oleh perdarahan intraventrikular, meningitis, trauma kepala, tumor dan kista, dan diperkirakan hidrosefalus terjadi pada sekitar dua dari 1.000 kelahiran. Insiden hidrosefalus pada orang dewasa dan hidrosefalus yang didapat tidak diketahui. Diagnosis: Hidrosefalus adalah suatu kelainan, bukan penyakit, sehingga penting untuk menyelidiki penyebab hidrosefalus dan diagnosis hidrosefalus paling baik dipastikan dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI) otak. CT scan otak juga dapat mendiagnosis hidrosefalus. (Namun, pada sebagian besar kasus, MRI diperlukan.) Pada bayi, ultrasonografi juga dapat digunakan untuk diagnosis awal. Gejala: Tanda dan gejala hidrosefalus bervariasi sesuai dengan usia dan tingkat keparahannya: Bayi dan anak-anak: kepala besar, pola makan yang buruk, muntah, mengantuk, mudah tersinggung, pergeseran mata ke arah bawah (juga dikenal sebagai “tanda matahari terbenam”), kejang baik pada anak-anak maupun orang dewasa, mual dan muntah setelah sakit kepala, edema papila optik, penglihatan kabur, penglihatan ganda (diplopia), mata terbenam (tanda matahari terbenam), masalah keseimbangan, penglihatan kabur, penglihatan ganda (diplopia). Orang dewasa yang lebih tua: (hidrosefalus tekanan normal), gangguan mental progresif dan demensia, gaya berjalan tidak stabil, gangguan sfingter kandung kemih yang menyebabkan sering buang air kecil dan/atau inkontinensia Penanganan: Tidak ada pencegahan atau penanganan yang pasti untuk hidrosefalus. Pengobatan yang paling efektif adalah shunting, dan ventrikulostomi ketiga endoskopik semakin banyak digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk hidrosefalus.