Bolehkah penderita penyakit radang usus minum kopi?

Penyakit Crohn (Crohn’s disease) dan kolitis ulserativa adalah dua penyakit radang usus yang paling banyak diderita, yang ditandai dengan adanya episode radang berulang pada permukaan mukosa usus. Pada saat yang sama, manifestasi ekstraintestinal dari IBD merupakan proses kompleks yang dapat hidup berdampingan. Perkembangan penyakit pada IBD tidak dapat diprediksi dan terkadang mengancam jiwa. Kanker kolorektal adalah komplikasi penyakit radang usus yang terdokumentasi dengan baik yang memerlukan tindak lanjut pasien yang ketat. Juga telah dibuktikan bahwa peningkatan kerentanan terhadap penyakit radang usus berhubungan dengan faktor genetik tertentu, faktor lingkungan seperti merokok, dan bahwa faktor-faktor ini memainkan peran kunci dalam perkembangan penyakit dan aktivitas penyakit. Dalam sebuah studi kasus-kontrol terhadap pasien dengan penyakit Crohn dan kolitis ulserativa di Stockholm, ditemukan bahwa peningkatan asupan serat berkorelasi negatif dengan perkembangan penyakit. Selain itu, asupan kopi sangat mengurangi risiko perkembangan penyakit. Hubungan antara paparan faktor lingkungan tertentu dan penyakit diamati dalam studi kohort prospektif pasien dengan IBD yang dilakukan di Australia, dan hasilnya menunjukkan bahwa asupan kafein memiliki efek perlindungan pada pasien dengan kolitis ulserativa. (OR 0,51 [95% CI 0,30-0,87], p=0,002). Selain itu, penelitian ini menemukan korelasi negatif yang lemah antara morbiditas dan asupan kafein pada pasien dengan penyakit Crohn (OR 0,59 [95% CI 0,34-1,03], P=0,031). Pada kedua penyakit tersebut, tidak ada penyesuaian untuk perancu yang dilakukan. Berlawanan dengan hasil yang telah dibahas sebelumnya adalah studi oleh Halfvason et al: yang studinya meneliti patogenesis faktor lingkungan yang mempengaruhi peradangan usus pada anak kembar, dalam studi mereka menemukan hubungan terbalik antara asupan kopi dan perkembangan penyakit, dan ketika dikoreksi dengan merokok, hasilnya sekali lagi tidak signifikan secara statistik. Selain itu, studi oleh Boyko et al. tidak menemukan korelasi yang signifikan antara asupan kopi atau asupan kopi kumulatif dan perkembangan kolitis ulserativa. Kesimpulan Asupan kopi memiliki efek perlindungan terhadap kolitis ulserativa; tidak ada korelasi yang signifikan antara kopi dan penyakit Crohn.