Batuk saat menahan kencing dapat disebabkan oleh inkontinensia urin akibat stres, retensi urin kronis, atau kondisi lain seperti asites atau bronkitis kronis. Inkontinensia stres mengacu pada suatu kondisi di mana terjadi peningkatan tekanan perut dan keluarnya air kemih tanpa disengaja setelah bersin, batuk, tertawa, mengangkat benda berat atau berolahraga berat. Inkontinensia urin akibat stres paling sering terlihat pada wanita lanjut usia dan juga wanita pascapersalinan. Pasien lanjut usia tidak dapat menahan kencing karena relaksasi fungsional otot dasar panggul dan penurunan tekanan penutupan uretra. Sebaliknya, wanita pascamelahirkan mengalami peningkatan mobilitas leher kandung kemih karena rahim mendorong kandung kemih, yang menyebabkan kebocoran urin. Selain inkontinensia stres, pasien dengan retensi urin kronis memiliki gejala tidak dapat menahan urin setelah batuk karena banyaknya urin di dalam kandung kemih dan tekanan intravesika yang relatif tinggi, sementara batuk meningkatkan tekanan perut dan dapat menyebabkan peningkatan lebih lanjut pada tekanan kandung kemih. Penyakit kronis seperti bronkitis kronis, asites masif, dan konstipasi juga dapat meningkatkan tekanan perut dalam waktu yang lama, merusak elastisitas otot dasar panggul, dan juga dapat mengeluarkan urin setelah batuk. Pasien disarankan untuk mencari perawatan medis tepat waktu untuk pemeriksaan yang tepat dan perawatan tepat waktu di bawah bimbingan dokter agar tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.