Cara memeriksa cedera meniskus

Cedera atau tidaknya meniskus dapat ditentukan dari gejala, tes cedera meniskus, dan pemeriksaan tambahan. 1. Gejala: Cedera meniskus akut biasanya memiliki riwayat trauma, yang dimanifestasikan dengan nyeri lutut, bengkak, meletus atau terasa tersangkut saat bergerak, dan gejala lainnya, dan pada kasus yang parah, terdapat keterbatasan pergerakan sendi lutut. Cedera kronis sering dimanifestasikan sebagai pembengkakan sendi, nyeri, letupan, atrofi otot di depan paha. 2. Tes cedera meniskus: seperti tes overfleksi sendi lutut, tes over-ekstensi sendi lutut, tes kompresi rotasi, tes kompresi tanduk anterior meniskus, tes gravitasi meniskus, dan sebagainya. Tes-tes ini dapat digunakan untuk menentukan cedera meniskus. 3. Pemeriksaan tambahan: seperti X-ray, pemeriksaan resonansi magnetik, pemeriksaan ultrasonik, artroskopi, pemeriksaan efusi sendi dan sebagainya. Di antara semuanya, artroskopi adalah standar emas untuk diagnosis cedera meniskus. Jika ada nyeri lutut, bengkak, dll., Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, membuat diagnosis yang jelas di bawah bimbingan dokter, dan melakukan perawatan rutin sedini mungkin.