Kiat-kiat penting untuk pasien yang menjalani tes air mani

  Standarisasi pengumpulan semen merupakan prasyarat untuk analisis semen yang baik, sehingga penting untuk menginformasikan subjek secara rinci tentang metode dan tindakan pencegahan pengumpulan dan pengiriman semen sebelum pengumpulan semen.  1. Pantang berhubungan seks setidaknya selama 48 jam tetapi tidak lebih dari 7 hari harus dilakukan sebelum pengambilan spesimen. Untuk meminimalkan fluktuasi hasil analisis semen, jumlah hari pantang harus dibuat sekonstan mungkin. Setiap laporan analisis air mani harus mencantumkan: nama pasien, durasi abstinensi, tanggal dan waktu pengumpulan spesimen, apakah spesimen dikumpulkan secara utuh dan interval waktu antara pengumpulan dan analisis spesimen.  2. Pemeriksa awal harus melakukan dua kali analisis semen, dan interval antara dua pengambilan semen harus lebih dari 7 hari, tetapi tidak lebih dari 3 minggu. Jika terdapat perbedaan yang signifikan dalam hasil antara kedua waktu tersebut, spesimen harus diambil lagi untuk analisis ketiga.  3. Pengumpulan spesimen sebaiknya dilakukan secara terpisah di ruang pengumpulan sperma di dekat laboratorium. Jika tidak, sampel harus dikirim ke laboratorium dalam waktu 1 jam setelah pengambilan.  4. Yang terbaik adalah mengambil air mani dengan cara masturbasi dan mengumpulkannya dalam gelas bermulut lebar atau wadah plastik yang tidak memiliki efek toksik pada sperma. Suhu harus dijaga pada 20-40°C untuk menghindari penurunan viabilitas sperma. Jika pemeriksaan mikrobiologi akan dilakukan, pasien harus terlebih dahulu buang air kecil dan mencuci tangan serta penisnya, lalu mengumpulkannya dalam wadah steril.  5. Jika masturbasi sulit dilakukan, kondom khusus dapat digunakan untuk menampung air mani. Kondom lateks tidak digunakan untuk menampung air mani karena dapat mempengaruhi kelangsungan hidup sperma. Hubungan seksual yang terputus juga tidak boleh digunakan untuk mengumpulkan air mani karena bagian awal ejakulasi, yang sering kali memiliki kepadatan sperma paling tinggi, dapat hilang. Selain itu, spesimen dapat terkontaminasi oleh bakteri dan mikroorganisme; juga cairan vagina yang bersifat asam dapat berdampak buruk pada viabilitas sperma.  6. Air mani harus ditampung secara lengkap dan air mani yang tidak lengkap tidak boleh dianalisis.  7. Suhu spesimen harus dijaga di atas 20°C tetapi tidak lebih dari 40°C selama pengangkutan ke laboratorium.  8. Wadah tempat penampungan semen harus ditandai dengan nama (dan/atau nomor identitas) subjek serta tanggal dan waktu pengambilan spesimen.