Penis kriptorkismus pada bayi dapat dikaitkan dengan displasia kongenital, obesitas yang berlebihan, pembedahan atau trauma. 1. Displasia kongenital: misalnya, kekurangan kulup bawaan dan penyempitan rongga kulup dapat menyebabkan penis kriptorkismus. 2. Obesitas yang berlebihan: bayi mengalami kelebihan berat badan, sehingga terjadi penumpukan lemak prepubik yang berlebihan, sehingga sebagian penis terkubur di dalam jaringan lemak, yang akan menyebabkan penis kriptorkismus, dan ketika berat badan bayi berkurang, maka penis akan pulih dengan sendirinya. 3. Pembedahan atau trauma: Pembedahan yang melibatkan penis atau trauma pada area penis dapat menyebabkan jaringan parut pada lokasi luka, yang dapat menyebabkan penis kriptorkismus. Disarankan agar bayi dengan penis kriptorkismus diperiksa oleh dokter untuk mengidentifikasi faktor penyebabnya, dan kemudian perawatan yang ditargetkan dapat dilakukan.