Tinggi genetik adalah tren pertumbuhan yang diproyeksikan oleh dokter untuk seorang anak berdasarkan tinggi badan orang tua, yang dapat dihitung dengan dua rumus, satu untuk anak laki-laki dan satu untuk anak perempuan.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi tinggi badan, terutama oleh faktor genetik, status gizi, latihan fisik dan kebiasaan hidup, di antaranya faktor genetik memainkan peran yang lebih penting.
Tinggi badan dewasa (cm) = (tinggi badan ayah + tinggi badan ibu + 13)/2 (cm) untuk anak laki-laki dan (cm) = (tinggi badan ayah + tinggi badan ibu – 13)/2 (cm) untuk anak perempuan. Nilai yang diukur dengan rumus tersebut dapat berfluktuasi naik dan turun sebesar 4 cm.
Tinggi badan genetik hanya dapat memprediksi tren pertumbuhan anak, dan tidak dapat menentukan tinggi badan anak yang sebenarnya di masa dewasa. Selain faktor genetik, latihan fisik yang ilmiah, nutrisi yang cukup, tidur yang baik, dan kebiasaan gaya hidup sehat serta istirahat, semuanya berkontribusi terhadap pertumbuhan tinggi badan.
Untuk individu yang tidak memiliki kecenderungan genetik untuk menjadi setinggi yang mereka inginkan, aktivitas fisik di masa remaja, seperti bar, bola basket, dan berenang, nutrisi yang cukup, dan tidur dapat membantu meningkatkan tinggi badan mereka di masa dewasa.