Serat makanan dan risiko stroke

  Hasil dari studi observasional telah menunjukkan hubungan antara asupan serat makanan dan stroke, tetapi hasilnya belum konsisten di seluruh studi. Oleh karena itu, kami melakukan meta-analisis berdasarkan studi kohort prospektif. Dengan mencari database PUBMED, EMBASE dan ISI Web of Science, kami memasukkan total 11 studi kohort yang meneliti serat makanan dan risiko stroke, yang terdiri dari total 325.627 peserta studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko stroke berkurang secara signifikan sebesar 17% pada kelompok asupan serat makanan tertinggi dibandingkan dengan kelompok asupan serat makanan terendah (RR, 0,83; 95% CI 0,74, 0,93). Selain itu, asupan serat makanan menunjukkan hubungan dosis-respons dengan risiko stroke, yaitu ketika asupan serat makanan meningkat, risiko stroke menurun. Selain itu, kami juga menemukan tren negatif dalam hubungan antara asupan serat makanan dan kematian akibat stroke. Oleh karena itu, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa asupan serat makanan memiliki efek protektif terhadap risiko stroke dan kami merekomendasikan untuk meningkatkan asupan serat makanan di masa depan.  Hasil penelitian ini diterbitkan dalam European Journal of Epidemiology (faktor dampak 4,713).