Hiperlipidemia merupakan faktor risiko penting untuk stroke, penyakit jantung koroner, infark miokard, dan kematian mendadak. Penderita hiperlipidemia sebaiknya tidak hanya bersikeras minum obat untuk waktu yang lama, tetapi juga mengembangkan kebiasaan pola makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari dan menghindari beberapa kebiasaan buruk dan rangsangan yang buruk, sehingga mereka benar-benar bisa mendapatkan efek terapeutik yang terbaik. 1, tiga kali makan sehari, diet teratur, hanya makan “delapan menit penuh”; variasi makanan, sereal berbasis sereal dengan biji-bijian kasar dapat ditingkatkan pada jagung, gandum, gandum dan komponen lainnya. 2, tingkatkan asupan protein, tidak kurang dari 60 gram per hari, kaya akan asam amino esensial, protein hewani, seperti ikan, daging tanpa lemak, susu, telur, dll.; 3, asupan lemak harian kurang dari 40 gram lemak nabati, seperti minyak jagung, minyak lobak, minyak kacang tanah, minyak kedelai. 4, kurangi makan makanan bergula tinggi, larang kue bergula tinggi, es krim, permen, dll.; 5, perbanyak makanan berserat larut, makan lebih banyak tepung jagung, beras merah, kacang-kacangan, jamur, rumput laut, jamur, konjak, dll.; 6, perbanyak vitamin, makan lebih banyak sayuran segar, buah-buahan, seperti wortel, tomat, mentimun, apel, dll; 7, minum lebih banyak air: orang dewasa perlu minum lebih dari 2000 ml air per hari, Anda bisa memilih untuk minum air matang, air mineral. 8, minum teh, berhenti merokok dan batasi alkohol: semua jenis teh memiliki efek menurunkan lemak darah dan meningkatkan metabolisme lemak, di antaranya teh hijau memiliki efek terbaik dalam menurunkan lemak darah. Merokok atau alkoholisme jangka panjang dapat mengganggu metabolisme lipid dan meningkatkan kolesterol dan trigliserida. 9, perhatikan cara memasak makanan: dalam memasak makanan hewani, hindari menggoreng. Metode yang lebih cocok adalah mengukus dan memanggang, sehingga membuat minyak dalam makanan menetes keluar.