Tes dasar berikut ini biasanya dilakukan sebelum pembedahan: i. Tes darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami anemia, trombositopenia, dan peningkatan sel darah putih. Pasien dengan anemia harus diberikan transfusi sel darah merah intermiten untuk memperbaiki anemia sebelum operasi dapat dilakukan. Kedua, fungsi hati dan ginjal serta elektrolit, untuk mengetahui apakah pasien mengalami insufisiensi hati dan ginjal serta hipoproteinemia. Untuk pasien yang menjalani bedah gastrointestinal, hipoproteinemia harus dikoreksi sepenuhnya sebelum pembedahan, yang dapat mengurangi kejadian fistula anastomosis gastrointestinal pasca operasi. Elektrokardiogram lengkap dan USG jantung untuk menilai fungsi jantung dan untuk mengetahui apakah pasien mengalami fibrilasi atrium, denyut ventrikel prematur, atau lesi katup jantung. CT dada lengkap dan tes fungsi paru untuk mengetahui adanya infeksi paru dan apakah fungsi paru dapat mentolerir pembedahan.