Mengapa wanita mengalami depresi setelah melahirkan

Ada beberapa penyebab depresi pascamelahirkan pada wanita: pertama, faktor endokrin. Selama proses kehamilan dan persalinan, lingkungan endokrin dalam tubuh menghasilkan perubahan besar, terutama dalam waktu 24 jam setelah melahirkan, perubahan tajam pada tingkat hormon dalam tubuh adalah kunci terjadinya depresi pascakelahiran. Penelitian telah menemukan bahwa ketika pelepasan steroid plasenta mencapai nilai tertinggi sebelum melahirkan, pasien menunjukkan suasana hati yang bahagia; ketika steroid plasenta tiba-tiba menurun setelah melahirkan, pasien akan menunjukkan depresi. Kedua, faktor genetik. Angka kejadian depresi pascamelahirkan lebih tinggi pada ibu dengan riwayat penyakit mental dalam keluarga, terutama yang memiliki riwayat depresi dalam keluarga. Ketiga, faktor kandungan. Komplikasi selama dan setelah persalinan, seperti persalinan dengan penyulit, persalinan dengan bantuan teknologi reproduksi berbantuan, persalinan kala I yang berlangsung lama, dan persalinan melalui vagina, dapat menimbulkan ketegangan dan rasa takut pada ibu, sehingga dapat meningkatkan stres fisiologis dan psikologis dan memicu terjadinya depresi pascapersalinan.