Gertakan pinggul dapat berhubungan dengan gertakan pinggul, gertakan fisiologis, robekan labral asetabular, dan tubuh bebas intra-acetabular.
1. Hip snapping: hip snapping berasal dari ketegangan otot vastus tensor fasciae latae, yang akan memicu gesekan dengan trokanter mayor femur ketika otot tersebut tegang dan terjadilah hip snapping patologis.
2. Patah fisiologis: sebagian besar terlihat pada orang paruh baya dan lanjut usia, seiring bertambahnya usia, kelemahan sendi dan kondisi nutrisi dapat menurun, dan patah terjadi saat sendi bergerak.
3. Robeknya labrum asetabular: labrum asetabular merupakan struktur penting untuk menjaga kestabilan sendi panggul, bila robek akibat trauma dapat menyebabkan ketidakstabilan sendi panggul, atau bahkan dislokasi dan suara letupan.
4. Badan bebas pinggul: ketika badan bebas pinggul masuk ke dalam kapsul sendi, hal itu juga akan memicu pinggul patah, yang akan terpicu ketika kepala femoralis menyentuh benda asing saat bergerak.
Jika pinggul meletus disertai dengan nyeri lokal atau aktivitas pinggul yang tidak baik, maka perlu berkonsultasi dengan rumah sakit tepat waktu dan menjalani pemeriksaan dan pengobatan yang ditargetkan sesuai dengan penyebab penyakit.