Bila terdapat peningkatan kadar asam oksalat, asam urat atau asam fosfat, kristal putih dapat muncul dalam air seni, yang dapat menyebabkan air seni menjadi keruh. Kristal tersebut dapat menghilang dengan cepat tanpa adanya iritasi saluran kemih, seperti sering buang air kecil, desakan untuk buang air kecil, dan rasa sakit saat buang air kecil, dan dapat diidentifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan urin rutin. Kedua, infeksi saluran kemih seperti abses ginjal, pielonefritis, sistitis, dan lain-lain dapat muncul sebagai urin berwarna putih keruh dengan endapan flokulan atau bulu-bulu yang mengambang, sebagian besar berupa nanah atau jaringan epitel yang terlepas, dan sebagainya, disertai dengan frekuensi buang air kecil, urgensi, dan rasa sakit saat buang air kecil, sehingga memerlukan pemeriksaan urin rutin dan kultur urin untuk diferensiasi lebih lanjut. Ketiga, jika pasien mengalami batu saluran kemih, setelah litotripsi gelombang kejut ekstrakorporeal atau pelepasan obat, bahan keruh putih dapat keluar dalam waktu singkat, sebagian besar untuk mengeluarkan batu halus.