Antibodi tiroglobulin adalah auto-antibodi terhadap tiroglobulin dan berkaitan erat dengan kerusakan jaringan tiroid, yang dapat menyebabkan berbagai gangguan tiroid. Kisaran referensi normal untuk antibodi anti-tiroglobulin umumnya bervariasi tergantung pada rumah sakit, metode pengujian dan instrumentasi yang digunakan. Jika metode ECLIA digunakan, hasilnya seringkali kurang dari 115 IU/mL. Oleh karena itu, jika nilai tes mencapai 200 IU/mL atau lebih, ini menunjukkan penyakit tiroid autoimun, yang berarti bahwa tubuh telah mengembangkan antibodi tiroid terhadap dirinya sendiri dan merupakan kelainan autoimun. Orang-orang ini rentan mengalami hipertiroidisme atau hipotiroidisme, yang juga dapat berpengaruh pada kehamilan dan memiliki tingkat keguguran yang lebih tinggi daripada populasi umum. Disarankan agar kehamilan tidak dipersiapkan sampai fungsi tiroid normal. Namun demikian, jika ketiga indikator tirotropin (TSH), triiodotironin bebas (FT3) dan tiroksin bebas (FT4) berada pada nilai normal, maka Anda tidak hiper atau hipotiroid. Jika Anda sedang hamil, Anda harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin guna memantau perkembangan janin. Selain itu, Anda harus berhati-hati untuk makan makanan yang seimbang selama kehamilan, mengontrol jumlah yodium dalam makanan Anda dalam kisaran yang aman, menjauhkan diri dari merokok dan alkohol, dan menahan diri untuk tidak minum obat sembarangan. Anda juga harus menjaga istirahat Anda, cukup tidur dan tidak begadang.