Mieloma dini dapat dideteksi dengan tes darah, tetapi perlu dikombinasikan dengan hasil biopsi sumsum tulang dan pemeriksaan lain untuk membuat penilaian yang komprehensif. Mieloma adalah sejenis tumor ganas yang berasal dari sel plasma sumsum tulang, dan pada pemeriksaan darah mungkin terdapat kelainan seperti hiperkalsemia, insufisiensi ginjal (peningkatan kreatinin darah atau penurunan klirens kreatinin), anemia, dan lain-lain, dan pada pemeriksaan serologis sebagian besar pasien dapat ditemukan imunoglobulin monoklonal atau rantai ringan bebas. Biopsi sumsum tulang merupakan indikator penting untuk diagnosis mieloma, yang dapat mengkonfirmasi sel plasma sumsum tulang klonal ≥10%, atau bukti adanya plasmacytoma ekstramedulla. Tes pencitraan seperti PET-CT memiliki nilai diagnostik yang tinggi untuk mieloma multipel. Gejala klinis yang umum terjadi adalah nyeri tulang yang memburuk secara progresif dan terus-menerus, yang perlu dibedakan dengan penyakit seperti ketegangan pinggang dan nefritis. Oleh karena itu, jika terdapat kelainan pada pemeriksaan darah, pencitraan sumsum tulang harus dilakukan sedini mungkin, dan aspirasi sumsum tulang harus dilakukan jika perlu untuk menghindari salah diagnosis dan salah penanganan.