Rasa terbakar di dada dapat disebabkan oleh faktor fisiologis dan faktor patologis (seperti refluks esofagitis dan gastritis kronis). 1. Faktor fisiologis: ketika makan makanan yang terlalu pedas dan merangsang, seperti cabai, lada, dll., akan menyebabkan iritasi pada mukosa esofagus dan mukosa lambung, sehingga memicu gejala rasa terbakar di dada. 2. Faktor patologis (1) Esofagitis refluks: kerongkongan dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti penurunan fungsi anti-refluks dan sensasi abnormal pada kerongkongan, yang mengakibatkan kelainan pada sfingter esofagus dan terjadinya refluks. Isi perut dan asam lambung akan mengiritasi kerongkongan, sehingga menimbulkan sensasi terbakar di dada. (2) Gastritis kronis: karena faktor-faktor seperti infeksi Helicobacter pylori, mukosa lambung memiliki respon inflamasi kronis, sekresi asam lambung yang berlebihan, yang dapat menyebabkan pasien mengalami sensasi terbakar di depan dada, biasanya dikombinasikan dengan rasa kenyang dan kembung, bersendawa dan refluks asam dan gejala lainnya. Penyebab dada selalu terasa terbakar, disarankan agar pasien melakukan pemeriksaan medis tepat waktu, sesuai dengan penyebab pengobatan yang ditargetkan, agar tidak menunda kondisi tersebut.