Apa yang menyebabkan lupus eritematosus?

Lupus eritematosus biasanya merujuk pada lupus eritematosus sistemik, dan etiologinya terutama terkait dengan genetika, faktor lingkungan dan estrogen. Lupus eritematosus sistemik (SLE) adalah penyakit autoimun di mana autoantibodi patogen dan kompleks imun terbentuk dan memediasi kerusakan organ dan jaringan. Secara klinis, sering kali terdapat keterlibatan multi-sistem, dan berbagai autoantibodi, termasuk antibodi antinuklear, terdapat dalam serum. Saat ini, diyakini bahwa terdapat korelasi antara perkembangan penyakit ini dan faktor genetik, faktor lingkungan, estrogen, dan faktor lainnya. 1. Keturunan: Kerabat generasi pertama pasien SLE yang menderita SLE memiliki kemungkinan 8 kali lebih besar untuk menderita SLE dibandingkan keluarga yang tidak memiliki pasien SLE, dan kembar monozigot yang menderita SLE memiliki kemungkinan 5 hingga 10 kali lebih besar untuk menderita SLE dibandingkan kembar heterozigot. Secara klinis, pasien SLE sering kali memiliki kerabat dengan penyakit jaringan ikat lain dalam keluarga mereka. Dan penyakit ini merupakan penyakit yang berhubungan dengan poligenik. 2. Faktor lingkungan: sinar matahari, obat-obatan, reagen kimia, patogen mikroba, dan lain-lain dapat menyebabkan perkembangan pasien lupus eritematosus sistemik. 3. Estrogen: Prevalensi SLE secara signifikan lebih tinggi pada wanita daripada pria. SLE sebagian besar ditemukan pada wanita usia subur, dan kehamilan dapat memicu atau memperparah penyakit ini. Selain itu, trauma, stres mental, terlalu banyak bekerja dan faktor lainnya juga terkait dengan perkembangan SLE. Disarankan agar pasien SLE berkonsultasi dengan bagian reumatologi dan imunologi di rumah sakit umum tepat waktu dan mengikuti petunjuk dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang terstandarisasi.