1 . Apa yang dimaksud dengan pelampiasan akromioklavikularis? Pelampiasan akromioklavikularis adalah perubahan patologis pada manset rotator di dekat akromion yang disebabkan oleh gesekan dan benturan, yang mengakibatkan peradangan dan cedera, dan gejala klinis seperti nyeri lokal, penurunan mobilitas, dan kelemahan sering muncul. Hal ini umum terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia. Perubahan degeneratif (penuaan) adalah penyebab paling umum. 2 . Apa saja faktor yang menyebabkan pelampiasan akromioklavikularis? (1) Kelainan anatomi: termasuk penyempitan ruang subakromial dan peningkatan volume isi. (2) Modus latihan: Aktivitas rotasi berulang yang berlebihan pada sendi bahu menyebabkan manset rotator dan struktur lainnya bergerak maju mundur di bawah lengkung akromialis rostral, yang menyebabkan perubahan inflamasi pada struktur yang relevan dan menyebabkan pelampiasan. (3) Ketidakstabilan sendi: disebabkan oleh peningkatan perpindahan superior anterior kepala humerus karena ketidakstabilan sendi bahu. 3 . Apa saja manifestasi klinisnya? Nyeri bahu adalah gejala yang paling penting dari pelampiasan. Pelampiasan subakromial primer sering dikaitkan dengan nyeri malam hari. Nyeri pelampiasan subakromial terletak di bahu lateral anterior, penculikan dan pengangkatan bahu dapat menyebabkan nyeri; nyeri pelampiasan subakromial terletak di bahu medial anterior, paling sering terjadi pada fleksi anterior bahu dan rotasi internal; pelampiasan sekunder (pelampiasan internal) terletak di aspek posterior bahu, paling sering terjadi pada olahraga yang terlalu tinggi, seperti atlet lempar. Pemeriksaan fisik menunjukkan mobilitas sendi yang tidak normal, kekuatan otot rotator cuff, tanda pelampiasan dan stabilitas sendi glenohumeral; tes uji pelampiasan positif. 4. Jenis pencitraan apa yang harus dipilih? Film sinar-X: Film sinar-X sendi bahu pada posisi anterior-posterior, posisi aksila dan posisi outlet supraspinatus, untuk mengamati bentuk abnormal sendi glenohumeral, sendi akromioklavikularis, dan akromion. Pencitraan resonansi magnetik (MRI) sendi bahu: Selain hal-hal di atas, pemeriksaan ini dapat memperjelas apakah ada cedera jaringan lunak seperti cedera manset rotator. Artroskopi: Dapat melihat abrasi serat pada permukaan subakromial karena pelampiasan atau abrasi atau robekan manset rotator pada permukaan yang berlawanan, yang memiliki nilai untuk memastikan diagnosis, dan pada saat yang sama, dapat diobati dengan pembedahan invasif minimal dengan artroskopi. 5 . Apa saja metode pengobatannya? Perawatan konservatif meliputi: obat antiinflamasi nonsteroid; suntikan tertutup; fisioterapi; dan pelatihan rehabilitasi olahraga. Pembedahan: Untuk kasus yang tidak efektif setelah 3-6 bulan perawatan rutin, operasi dekompresi subakromial dapat dipilih (ada dua jenis operasi sayatan tradisional dan operasi dekompresi subakromial artroskopi). Bedah subakromial artroskopi adalah pilihan metode bedah yang paling umum karena efeknya yang minimal invasif dan dapat diandalkan.