Anemia berpotensi menimbulkan konsekuensi yang serius. Konsekuensi serius dari anemia meliputi penurunan fungsi kekebalan tubuh, penurunan kekuatan fisik, perubahan pada sistem kardiovaskular, perubahan pada sistem pencernaan, dan perubahan pada sistem saraf. 1. Penurunan fungsi kekebalan tubuh: Anemia menyebabkan penurunan imunitas seluler dan fagositosis leukosit, dan penurunan fungsi kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pasien dengan anemia defisiensi besi dengan tingkat sedang atau lebih tinggi umumnya kurang tahan terhadap penyakit infeksi. 2. Penurunan kekuatan fisik: Anemia defisiensi besi, misalnya, menurunkan konsentrasi enzim pernapasan, oksidase mitokondria, dan mioglobin pada otot rangka, sehingga pasokan oksigen ke otot tidak mencukupi, penurunan metabolisme aerobik, penumpukan asam laktat, dan penurunan daya ledak otot serta kekencangan otot secara signifikan, yang menyebabkan penurunan aktivitas fisik. 3. Perubahan pada sistem kardiovaskular: pada anemia yang lebih parah, akan terjadi peningkatan denyut jantung, pembesaran jantung, dan bahkan terdengar murmur sistolik. 4. Perubahan pada sistem pencernaan: atrofi papila lidah, anoreksia, fungsi pencernaan yang lemah, berkurangnya asam lambung, pencernaan dan penyerapan yang buruk. 5. Perubahan neurologis: Karena anemia memengaruhi perkembangan sel-sel otak, anemia menyebabkan keterbelakangan intelektual, dan perubahan tersebut tidak dapat dipulihkan. Jika anemia terjadi, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, menyelesaikan pemeriksaan, dan memberikan pengobatan atau terapi yang ditargetkan di bawah bimbingan dokter.