Apa itu konjungtivitis?

  Konjungtivitis: Konjungtivitis adalah istilah umum untuk peradangan jaringan konjungtiva dan merupakan salah satu kondisi yang paling umum terlihat di klinik oftalmologi. Meskipun konjungtivitis biasanya tidak mempengaruhi penglihatan, namun sering kali bergejala dan memiliki berbagai penyebab, sehingga memerlukan penilaian spesialis oleh dokter spesialis mata.  Kongesti konjungtiva: Gejala konjungtivitis meliputi sensasi benda asing di mata, rasa terbakar, gatal, fotofobia dan robek. Manifestasi yang paling umum adalah kongesti konjungtiva, atau ‘mata merah’, yang dapat disertai dengan berbagai jenis kotoran: purulen, mukopurulen (menempel pada kelopak mata di pagi hari, sehingga sulit untuk membuka mata), dan plasma (peningkatan air mata). Selain itu, beberapa perubahan morfologi konjungtiva, seperti papila dan folikel, perlu diperiksa di bawah lampu celah.  Tergantung pada durasi penyakit, kurang dari 3 minggu dianggap konjungtivitis akut, sedangkan yang lebih dari 4 minggu dianggap konjungtivitis kronis. Konjungtivitis akut paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, sedangkan konjungtivitis kronis lebih kompleks dan dapat disebabkan oleh alergi, pemakaian lensa kontak dan penyakit sistemik lainnya seperti aspergillosis dan sindrom Steven-Johnson. Pada sebagian besar pasien, ketidaknyamanan mungkin disebabkan oleh mata kering daripada infeksi konjungtiva itu sendiri.  Sebagian besar konjungtivitis dapat didiagnosis dengan riwayat dan manifestasi okular. Namun demikian, pada kasus yang lebih parah atau di mana pengobatan konvensional gagal mengobati infeksi konjungtiva, maka diperlukan investigasi lebih lanjut. Kerokan konjungtiva, kultur mikroba patogen, dan tes sensitivitas obat dapat membantu dokter untuk menargetkan pengobatan secara lebih spesifik. Dalam kasus di mana kombinasi penyakit sistemik sedang dipertimbangkan, kunjungan ke bagian penyakit dalam atau dermatologi juga diperlukan untuk evaluasi menyeluruh.  Jika segera diobati, sebagian besar pasien dengan konjungtivitis tidak mengalami gejala sisa. Namun demikian, peradangan konjungtiva yang parah atau berkepanjangan dapat merusak kornea dan struktur intraokular akibat penyebaran peradangan, sehingga memengaruhi penglihatan; hal ini juga dapat mengakibatkan jaringan parut konjungtiva dan kelopak mata sekunder serta mata kering. Oleh karena itu, penting untuk mengunjungi dokter mata sesegera mungkin apabila muncul tanda-tanda konjungtivitis.