Penebalan lengkung aorta umumnya terlihat pada aneurisma koarktasio aorta, hipertensi, penyakit jantung koroner, dll. Pengobatan simtomatik dilakukan sesuai dengan penyebab penyakit yang berbeda, dan obat-obatan serta pembedahan digunakan secara berurutan.
1. Aneurisma koarktasio aorta: prinsip pengobatannya adalah analgesia yang efektif, mengontrol detak jantung dan mengatur tekanan darah, dan obat yang digunakan adalah morfin, verapamil, petidin, metoprolol, esmolol, dan sebagainya. Ini adalah penyakit akut dan serius, dan membutuhkan perawatan bedah aktif.
2. Hipertensi: ubah gaya hidup yang buruk, kurangi berat badan, kurangi asupan natrium, dan tingkatkan olahraga. Pada saat yang sama, diuretik, beta-blocker, penghambat saluran kalsium (CCB), penghambat enzim pengubah angiotensin (ACEI), antagonis reseptor angiotensin II (ARB) dan pengobatan lainnya digunakan, seperti hidroklorotiazid, metoprolol, nifedipin, kaptopril, dan klosartan.
3. Penyakit jantung koroner: prinsip pengobatannya adalah menahan agregasi trombosit dan mencegah trombosis, sekaligus mengurangi konsumsi oksigen miokard dan meningkatkan aliran darah koroner. Penghambat siklooksigenase, nitrat dan pengobatan lain sering digunakan, seperti aspirin, nitrogliserin dan obat lain.
Adanya penebalan lengkung aorta, setelah menyingkirkan penyebab fisiologis, harus dikonsultasikan secara tepat waktu, agar tidak menunda kondisi tersebut.