Ada tindakan umum serta perawatan farmakologis untuk berhenti merokok, di mana tindakan umum saat ini merupakan cara klinis utama untuk berhenti merokok. 1. Langkah-langkah umum: Berhenti merokok adalah proses terapi jangka panjang, dan efek sebenarnya sangat bervariasi sesuai dengan kemauan perokok. Pasien yang ingin berhenti merokok harus terlebih dahulu memiliki tekad yang kuat, dan tidak boleh berhenti untuk sementara waktu dengan berpikir bahwa merokok tidak memiliki efek, karena perilaku ini hanya akan membuat perokok semakin kecanduan. Kedua, selama periode berhenti merokok, jika kecanduan pasien kambuh, ia dapat mengurangi keinginan untuk merokok dengan mengunyah permen karet, mengobrol dengan teman dan kerabat, dan sebagainya untuk mengalihkan perhatiannya. Pada saat yang sama, pasien selama periode berhenti merokok dapat secara teratur berkonsultasi dengan dokter, berkomunikasi dengan dokter untuk memperdalam pemahaman tentang bahaya tembakau, melalui konseling psikologis untuk memperkuat gagasan mereka sendiri untuk berhenti merokok. 2. Pengobatan: Selama periode berhenti merokok, pasien sering mengalami berbagai reaksi putus zat, yang mengakibatkan pasien tidak dapat bertahan dan akhirnya memilih untuk kembali merokok. Pasien dengan reaksi putus zat dapat mengonsumsi tablet nikotin, permen karet nikotin, dan obat penghenti nikotin lainnya, serta tablet tartrat varenicline, tablet lepas lambat bupropion hidroklorida, dan obat penghenti non-nikotin lainnya seperti yang diresepkan oleh dokter, yang dapat meningkatkan reaksi putus zat pasien dan meningkatkan tingkat keberhasilan penghentian merokok jangka panjang pasien. Dianjurkan agar pasien yang baru saja berpikir untuk berhenti merokok harus berhenti merokok sesegera mungkin, dan berkonsultasi dengan dokter pada saat mengalami gejala yang tidak nyaman, dan menggunakan obat-obatan di atas di bawah bimbingan dokter untuk pengobatan tambahan jika perlu.