Tidak ada pengobatan yang efektif untuk infeksi EBV yang berulang, tetapi terapi tiga langkah dapat membantu memperbaiki gejala klinis pasien. 1. Terapi imunomodulator: langkah pertama pengobatan, yaitu menggunakan prednisolon, siklosporin, dan etoposida untuk menghambat sel T/NK yang teraktivasi. 2. Kemoterapi kombinasi multi-obat: sebagai langkah kedua pengobatan, tujuannya adalah untuk menghilangkan sebanyak mungkin sel T dan NK yang terinfeksi EBV, sehingga dapat meningkatkan tingkat keberhasilan transplantasi berikutnya. 3. Transplantasi sel punca hematopoietik alogenik: langkah ketiga pengobatan, yang dapat mengangkat sisa sel yang terinfeksi EBV dan membangun kembali fungsi kekebalan tubuh yang normal. Patogenesis infeksi EBV berulang masih belum jelas, diagnosis dini sulit dilakukan, dan pilihan pengobatan terbatas. Namun, jika pasien mengalami gejala seperti demam berulang yang berkepanjangan, pembesaran hati dan limpa, pembesaran kelenjar getah bening, kelelahan, dan anemia, pasien harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, dan di bawah bimbingan dokter, melakukan pengobatan yang tepat.