Toleransi glukosa dan glukosa darah postprandial tidaklah sama, dan keduanya berbeda dalam hal metode pemeriksaan, isi tes, dan signifikansinya. 1. Metode yang berbeda: Tes toleransi glukosa adalah mengambil 75 gram glukosa secara oral pada saat perut kosong, dan kemudian mengukur glukosa darah setelah berpuasa dan minum air gula; sedangkan glukosa darah postprandial mengukur glukosa darah setelah makan normal. Tes toleransi glukosa lebih standar daripada glukosa darah setelah makan, dan diagnosis diabetes melitus lebih ketat. 2. Isi tes yang berbeda: Tes toleransi glukosa mengukur glukosa darah vena, sedangkan glukosa darah setelah makan umumnya glukosa darah kapiler ujung jari, glukosa darah vena lebih akurat. 3. Signifikansi yang berbeda: Tes toleransi glukosa dapat digunakan untuk diagnosis diabetes, untuk memahami fungsi sel pulau pankreas; sedangkan glukosa darah postprandial dapat mencerminkan glukosa darah setelah makan, dan digunakan untuk pemantauan harian glukosa darah dan penilaian kondisi. Orang dengan gula darah yang tidak normal harus pergi ke rumah sakit tepat waktu dan dirawat di bawah bimbingan dokter.