Ektropion tulang rusuk dapat merupakan proses perkembangan fisiologis yang normal, atau dapat juga merupakan hasil dari kelainan bentuk tulang rusuk yang sederhana. Ektropion tulang rusuk mengacu pada fenomena bahwa tepi terendah tulang rusuk melebihi tepi luar tubuh. Ektropion tulang rusuk disebabkan oleh fakta bahwa dua tulang rusuk terendah pada tulang dada manusia tidak terhubung secara langsung ke tulang dada, dan bayi akan mengalami ektropion tulang rusuk saat mereka bernapas dengan amplitudo gerakan perut yang besar dan memiliki tulang rusuk yang lebih lembut, dan akan mendekati orang dewasa dengan perkembangan secara bertahap. Ektropion tulang rusuk juga dapat terjadi ketika perkembangan anak dipengaruhi oleh trauma atau kompresi tulang rusuk yang berkepanjangan selama proses pertumbuhan, yang mengakibatkan perkembangan yang cacat. Jika ektropion tulang rusuk terjadi dan mempengaruhi anak secara psikologis, diperlukan perawatan medis yang tepat waktu.