Vaksinasi rabies biasanya tidak diperlukan untuk gigitan dari anak-anak, tetapi diperlukan pada kasus anak-anak yang terkena rabies. Vaksinasi rabies adalah langkah efektif untuk mencegah rabies. Melalui vaksinasi, tubuh dapat dirangsang untuk menghasilkan kekebalan terhadap virus rabies. Vaksinasi ini ditujukan untuk pasien yang pernah digigit atau dicakar oleh anjing rabies atau hewan penular rabies lainnya, atau orang yang berisiko terpapar virus rabies, seperti dokter hewan dan peternak hewan. Air liur anak biasa biasanya tidak mengandung virus rabies, oleh karena itu vaksinasi rabies biasanya tidak diperlukan. Akan tetapi, jika seorang anak menggigit seseorang yang sedang menderita serangan rabies dan terjadi kerusakan dan pendarahan pada kulit, maka virus rabies dapat menular ke orang lain melalui air liur dan luka, sehingga diperlukan vaksinasi rabies. Setelah digigit oleh anak, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter, yang akan menganalisa dan menilai sesuai dengan luka dan situasi spesifik, dan memberikan tindakan pengobatan yang tepat. Jika lukanya dalam dan ada risiko infeksi tetanus, vaksinasi tetanus harus dilakukan tepat waktu; jika itu adalah gigitan anak rabies, vaksinasi rabies diperlukan.