Ginjal yang buruk biasanya menunjukkan kondisi ginjal yang tidak normal, seperti proteinuria, peningkatan kreatinin darah, dll. Pola makan harus memperhatikan aspek-aspek berikut: 1, hindari diet tinggi protein: tekankan diet rendah protein berkualitas tinggi, yaitu asupan protein total untuk mempertahankan tingkat yang rendah. Dan protein berkualitas tinggi termasuk protein hewani, seperti daging, telur dan susu, dan kedelai dalam protein nabati juga memiliki nilai gizi yang tinggi; 2. Perhatikan asupan natrium: karena ginjal tidak rentan terhadap hipertensi, dan hipertensi akan memperburuk kerusakan ginjal, jadi perhatikan pola makan rendah garam. Asupan garam harian harus dikontrol hingga 6g, dan dibatasi hingga 3g pada kasus yang parah, untuk menghindari diet natrium tinggi; 3. Membatasi asupan kalium: Karena fungsi ginjal menurun dengan mudah dengan hiperkalemia, dan hiperkalemia serius sampai batas tertentu, hal ini dapat mempengaruhi jantung, menyebabkan aritmia, henti jantung, dan bahkan mengancam jiwa. Jadi perhatikan diet rendah kalium, seperti pisang dan jeruk pada buah-buahan, dan sayuran berdaun hijau, yang mengandung kalium tinggi dan dapat dihilangkan sebagian dengan air panas; 4. Untuk mengontrol asupan fosfor: terutama pada bahan tambahan dan pengawet makanan yang mengandung fosfor, sehingga pasien dengan fungsi ginjal yang buruk disarankan untuk memperhatikan untuk menghindari makanan olahan, terutama makanan yang dikemas secara vakum.