Dasar utama untuk memastikan diagnosis leukemia akut adalah aspirasi sumsum tulang, yang merupakan pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, termasuk pemeriksaan sitologi sumsum tulang dan pemeriksaan kromosom gen. 1. Pemeriksaan sitologi sumsum tulang: Standar Perancis, Inggris dan Amerika, yaitu standar FAB, menggunakan pemeriksaan aspirasi sumsum tulang yang menunjukkan bahwa sel primitif ≥30% dari sel berinti di sumsum tulang sebagai standar diagnostik untuk mendiagnosis leukemia akut. Kriteria diagnostik Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO, menurunkan persentase di atas menjadi ≥20%. Aspirasi sumsum tulang tidak hanya dapat digunakan untuk mendiagnosis leukemia akut, tetapi juga untuk menentukan jenis leukemia secara spesifik, misalnya, leukemia mieloid akut dapat dibagi menjadi 8 jenis, termasuk jenis M3 yang terkenal dan memiliki prognosis yang lebih baik, yaitu leukemia promyelositik akut. 2. Pemeriksaan gen dan kromosom: pemeriksaan gen dan kromosom sel sumsum tulang juga menjadi dasar utama diagnosis AML, misalnya, AML dikaitkan dengan perubahan kromosom seperti t (15;17) dan gen fusi PML positif. Selain aspirasi sumsum tulang, yang merupakan dasar diagnostik utama, diagnosis leukemia akut perlu dikombinasikan dengan manifestasi klinis, hasil pemeriksaan fisik, dan tes lainnya, seperti tes darah rutin dan tes imunologi seluler, untuk membuat penilaian yang komprehensif. Diagnosis dan pengobatan harus dilakukan di bawah bimbingan dokter.