Penyebab umum nyeri lutut pada remaja dapat berupa faktor fisiologis seperti nyeri tumbuh dan ketegangan, atau faktor patologis seperti cedera meniskus dan peradangan epifisis. 1. Faktor fisiologis (1) Nyeri tumbuh: ini adalah nyeri tungkai bawah yang berulang, episodik, dan terputus-putus yang terjadi pada anak-anak yang sehat berusia antara 2 dan 12 tahun, terutama di sekitar sendi lutut dan sisi depan betis. Rasa nyeri dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, dan gejalanya dapat berkurang atau hilang seiring dengan bertambahnya usia tulang. (2) Kelelahan: Penumpukan asam laktat akibat produksi produk metabolisme dalam tubuh yang disebabkan oleh olahraga yang berkepanjangan dapat menyebabkan rasa sakit pada jaringan lunak di sekitar sendi lutut, yang secara bertahap dapat diredakan dengan istirahat yang cukup. 2. Faktor patologis (1) Cedera meniskus: remaja biasanya lebih aktif, ketika tungkai bawah untuk waktu yang lama beraktivitas berlebihan atau olahraga yang tidak tepat, dapat menyebabkan cedera meniskus pada sendi lutut, gejala yang paling umum adalah nyeri saat berjalan atau berolahraga, dan terkadang terdengar bunyi klik pada sendi lutut saat berjongkok ke atas dan ke bawah, dan mungkin ada gejala persendian yang tiba-tiba macet dan tidak dapat digerakkan atau persendian lemah secara tiba-tiba. (2) Peradangan epifisis: Peradangan epifisis adalah penyakit di mana sebagian tulang mengalami nekrosis akibat kelainan pada pembuluh darah yang mengangkut nutrisi ke tulang selama tahap perkembangan, dan ini paling sering terjadi pada remaja. Gejala yang umum terjadi adalah nyeri pada area yang meradang, atrofi otot, dan disfungsi aktivitas. Jika penyakit ini parah atau berkepanjangan, kelainan bentuk yang abnormal dapat terjadi. Selain penyebab nyeri lutut pada remaja di atas, gejalanya juga dapat disebabkan oleh alasan lain, seperti tumor tulang, dislokasi patah tulang, artritis reumatoid, dll. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan memberikan pengobatan sesuai dengan penyakitnya.