Skrining serviks, jika tidak ada faktor risiko tinggi, biasanya dilakukan setiap tiga tahun sekali, tetapi jika ada faktor risiko tinggi, disarankan untuk memeriksakan diri setiap tiga hingga enam bulan sekali. Skrining serviks memungkinkan deteksi dini kanker serviks. Kanker serviks memiliki kemungkinan sembuh yang relatif tinggi melalui deteksi dini dan pengobatan. Bagi pasien yang tidak memiliki faktor risiko tinggi seperti infeksi human papillomavirus, skrining serviks sekali dalam tiga tahun biasanya sudah cukup. Namun, bagi pasien yang telah terdeteksi memiliki faktor risiko tinggi pada pemeriksaan sebelumnya, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan setiap 3~6 bulan sekali untuk mengamati tren penyakit. Penting untuk menghindari menstruasi saat melakukan pemeriksaan serviks, dan yang terbaik adalah melakukan pemeriksaan serviks 3 hari setelah menstruasi berakhir. Setelah kelainan seperti infeksi HPV muncul dalam pemeriksaan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk meningkatkan pemeriksaan yang relevan dan menstandarisasi pengobatan.