Terapi yang diarahkan pada kulit menjadi pilihan pertama untuk dermatitis atopik

  American Academy of Pediatrics (AAP) baru-baru ini menerbitkan laporan klinis dan menyarankan bahwa “terapi yang diarahkan pada kulit sangat penting karena dermatitis atopik (AD) disebabkan oleh reaksi dangkal dari penghalang kulit”. Laporan ini dipublikasikan secara online dalam Pediatrics edisi November.  Menurut laporan klinis, sedikitnya 10 persen anak-anak AS menderita dermatitis atopik, yang umumnya dikenal sebagai eksim, dengan 85 persen kasus dimulai pada anak-anak yang berusia kurang dari lima tahun. Penyakit kulit inflamasi ini muncul sebagai lesi kronis dan berulang, sering disebut sebagai “ruam gatal” oleh anak-anak dan orang tua mereka.  Pada bayi, ruam sering terjadi pada pipi, kulit kepala, batang tubuh, tangan dan kaki. Pada masa kanak-kanak awal, lipatan kulit sering kali terinfestasi dengan parah. Pada masa remaja dan dewasa, ruam sering terjadi pada tangan dan kaki.  Pada hampir 50% pasien, dermatitis atopik memiliki efek negatif yang serius dalam hal mengganggu tidur, mempengaruhi kualitas hidup, membatasi aktivitas, menyebabkan kelelahan dan depresi, serta mempengaruhi lingkaran sosial. Bagi orang tua dari anak-anak dengan dermatitis atopik tingkat sedang hingga berat, hampir tiga jam sehari dihabiskan untuk merawat kulit anak mereka.  Meskipun sebagian besar orang tua secara keliru percaya bahwa alergi makanan adalah elemen kunci dalam menyebabkan eksim, mutasi pada filaggrin (FLG), yang berperan penting dalam integritas struktural epidermis, sebenarnya dapat meningkatkan risiko dermatitis atopik sebanyak dua hingga tiga kali lipat.  Oleh karena itu, pedoman ini menyarankan bahwa terapi yang diarahkan pada kulit adalah pengobatan pilihan untuk dermatitis atopik. Setiap hari, anak harus menjaga kulit tetap lembab dan menghindari iritasi kulit. Mandi setiap hari dengan air hangat sangat efektif, bersamaan dengan penggunaan sabun mandi yang tidak beraroma dan aplikasi krim emolien setelah mandi. Orang tua harus menyesuaikan frekuensi mandi sesuai dengan bagaimana anak mereka menanggapinya.  Penggunaan emolien yang sering efektif dalam mengurangi ketidaknyamanan kulit, melengkapi perbaikan sawar kulit, dan telah terbukti mengurangi ketergantungan pada steroid topikal. Orang tua harus mengoleskan emolien ke seluruh tubuh anak setidaknya sekali sehari, bahkan pada area kulit yang sehat. Salep yang kaya akan minyak paling efektif dalam tindakan pelembab. Iritasi kulit yang umum adalah antiseptik dan wewangian, sabun yang keras, kain kasar, keringat dan stres.  Akhirnya, steroid topikal dapat secara langsung mempengaruhi respon imun kulit dan, bila digunakan dengan tepat, dapat efektif dan aman dalam pengobatan dermatitis atopik. Untuk serangan akut atau kasus yang parah, orang tua dapat menggunakan kain basah yang dilarutkan dalam steroid pada area yang terkena.  Meskipun patogenesis dermatitis atopik adalah kompleks, penelitian terbaru telah mengidentifikasi penghalang kulit yang abnormal sebagai aspek penting, yang mengarahkan para dokter untuk mengenali bahwa terapi yang diarahkan pada kulit adalah pengobatan pilihan untuk anak-anak dengan dermatitis atopik.