Diet Ketogenik Berbahaya bagi Tubuh

Diet ketogenik dapat menyebabkan gangguan hati, ginjal, kardiovaskular, dan tulang, kekurangan nutrisi, flu keto, dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker.
1. Hati: Asupan lemak dan protein hewani yang berlebihan pada diet ketogenik dapat meningkatkan risiko “NAFLD”.
2. Ginjal: Diet ketogenik membuat tubuh berada dalam kondisi ketosis dan menurunkan pH urin, yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
3. Sistem kardiovaskular: Diet ketogenik sering kali mengandung terlalu banyak lemak jenuh, yang buruk bagi kesehatan kardiovaskular.
4. Sistem kerangka: Penelitian telah menunjukkan bahwa diet ketogenik jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang.
5. Kekurangan nutrisi: Asupan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian dalam diet ketogenik jauh dari cukup, dan ini dapat dengan mudah menyebabkan kekurangan banyak vitamin, mineral, dan serat makanan dalam jangka panjang, yang merugikan kesehatan.
6. Keto flu: Istilah ini digunakan untuk meringkas serangkaian gejala tidak nyaman yang mungkin terjadi pada orang yang menjalani diet ketogenik, termasuk kelelahan, pusing, lemas, dan berkurangnya vitalitas. Ini sebenarnya adalah tanda fungsi otak yang tidak memadai.
7. Kanker: Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak daging (asupan kolesterol yang berlebihan) dan terlalu sedikit buah, sayuran, dan biji-bijian pada diet ketogenik dalam jangka waktu yang lama, risiko kanker dapat meningkat. Sebagai contoh, asupan kolesterol yang berlebihan dapat meningkatkan kejadian kanker rektum dan kanker payudara.
Tidak disarankan bagi masyarakat umum untuk mencoba diet ketogenik sendiri, dan jika pasien dengan epilepsi yang sulit disembuhkan dan kondisi lain memerlukan penggunaan diet ketogenik, mereka harus berada di bawah bimbingan ahli diet klinis dan dokter.