Pemantauan gerakan janin dan denyut jantung janin dapat digunakan selama kehamilan untuk menentukan apakah janin menderita hipoksia. 1. Gerakan janin: selama kehamilan, terutama pada tahap akhir kehamilan, gerakan janin dapat mencerminkan kondisi janin di dalam rahim, jika terjadi gerakan yang sering secara tiba-tiba atau penurunan gerakan janin, harus dipertimbangkan bahwa janin di dalam rahim tampaknya mengalami hipoksia. 2. Pemeriksaan: Pemantauan denyut jantung janin adalah memantau denyut jantung janin melalui alat pemantau elektronik untuk mengetahui kesehatan janin, pemeriksaan ini juga dapat mendiagnosa dengan jelas apakah janin mengalami hipoksia. Hipoksia janin akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, bahkan membahayakan nyawa janin, setelah dicurigai janin mengalami hipoksia, Anda harus segera ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.