Penyebab utama bentol dan gatal setelah terbakar sinar matahari adalah dermatitis matahari. Pasien dengan bentol dan gatal-gatal akibat sengatan matahari harus segera mengambil tindakan untuk mencegah sengatan matahari, dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan lokal atau sistemik untuk pengobatan.
1. Perlindungan terhadap sinar matahari: sengatan matahari yang disebabkan oleh dermatitis matahari, akan menyebabkan eritema kulit lokal, gatal-gatal dan sensasi terbakar. Setelah terbakar sinar matahari, Anda harus segera mengambil tindakan untuk melindungi diri Anda dari sinar matahari, agar tidak menyebabkan kerusakan sekunder.
2. Pengobatan topikal: Ikuti petunjuk dokter untuk penggunaan luar lotion gliserit, tingtur indometasin majemuk atau glukokortikosteroid seperti salep hidrokortison, kasus yang parah dapat berupa kompres basah air asam borat 3%.
3. Pengobatan sistemik: Bila ada gejala sistemik, tablet chlorpheniramine maleat dan tablet benzylamine hydrochloride dapat dikonsumsi secara oral di bawah bimbingan dokter untuk meringankan gejala yang disebabkan oleh alergi sinar matahari, seperti bentol-bentol, gatal-gatal, nyeri terbakar, dll. Bila perlu, hidroksiklorokuin dapat dikonsumsi secara oral. Jika perlu, hidroksiklorokuin oral, vitamin C, obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen, dll. Pada kasus yang parah, penggunaan glukokortikosteroid secara sistematis, seperti prednison, dll. Dapat digunakan.
Pasien dengan bentol dan gatal setelah terbakar sinar matahari harus secara aktif mencari pertolongan medis dan mengikuti instruksi dokter untuk mendapatkan perawatan standar. Obat-obatan di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter profesional, jangan menggunakan obat secara pribadi, agar tidak menimbulkan konsekuensi serius.