Bintik-bintik pada wajah dianggap disebabkan oleh bintik-bintik, kloasma, keratosis seboroik, dll. Bintik-bintik pada wajah semakin terkait dengan paparan sinar matahari, penuaan, dan faktor lainnya. 1. Freckles: terjadi pada wanita, yang merupakan penyakit dominan autosomal dengan berbagai manifestasi klinis. Lesi kulit dapat berupa bintik-bintik, bulat atau tidak beraturan, berwarna coklat muda atau coklat tua, biasanya terletak di daerah yang terpapar sinar matahari, terutama di pipi dan hidung, dan umumnya tersebar secara simetris, serta bintik-bintik tersebut dapat bertambah atau memburuk akibat paparan sinar matahari. 2. Melasma: etiologinya tidak jelas, mungkin terkait dengan kerentanan genetik, radiasi ultraviolet, perubahan tingkat hormon, dll. Pasien melasma mungkin memiliki bercak coklat kekuningan atau coklat tua pada area yang terpapar, seperti penonjolan tulang zygomatic, bibir atas, rahang, dll, dan pigmentasi dapat semakin dalam dan bercak tersebut dapat meningkat setelah terpapar sinar matahari. 3. Keratosis seboroik: disebabkan oleh penuaan kulit, dan juga terkait dengan faktor keturunan dan mutasi gen, dll. Lesi dapat didistribusikan di wajah, dada, punggung dan bagian tubuh lainnya, dan biasanya berwarna kuning muda atau coklat muda, yang secara bertahap dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Meskipun bintik-bintik di wajah tidak berbahaya bagi tubuh manusia, namun dapat mempengaruhi estetika. Jika Anda memiliki kebutuhan, Anda dapat pergi ke institusi medis biasa dan mengikuti instruksi dokter untuk perawatan, sehingga dapat meringankan atau menghilangkan bintik-bintik tersebut.