Mati rasa pada tangan pada spondilosis servikal tidak selalu melumpuhkan, tetapi dapat menyebabkan kecacatan pada beberapa pasien jika kondisinya terus berlanjut. Spondilosis servikal adalah penyakit klinis yang umum terjadi. Secara umum, spondilosis servikal dibagi menjadi spondilosis servikal akar saraf, spondilosis servikal sumsum tulang belakang, spondilosis servikal simpatis, dan spondilosis servikal arteri vertebralis. Berbagai jenis spondilosis servikal menyebabkan gejala klinis yang berbeda. Mati rasa sederhana pada tangan biasanya termasuk radikulopati dan tidak menyebabkan kelumpuhan. Pasien sering mengalami nyeri dan sensasi abnormal pada salah satu atau kedua tungkai atas, yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot atau refleks pada otot bisep atau trisep. Kondisi ini dapat dikontrol secara efektif dengan traksi, bedah invasif minimal, atau obat yang menutrisi saraf seperti methylcobalamin. Tentu saja, jika pasien tidak memerlukan penanganan tepat waktu, kompresi akar saraf jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf, yang pada kasus yang parah dapat menyebabkan gangguan sensorik dan fungsional pada tungkai atas, atau bahkan kecacatan fisik. Oleh karena itu, ketika gejala mati rasa di tangan disebabkan oleh spondilosis serviks, konsultasi tepat waktu harus dilakukan dan perawatan sistematis harus dilakukan di bawah bimbingan dokter. Penggunaan obat harus mengikuti petunjuk dokter.