Ada tiga metode pernapasan buatan klinis, pernapasan buatan dari mulut ke mulut adalah yang paling umum, diikuti oleh pernapasan buatan dari mulut ke mulut dan dari mulut ke hidung. Sedangkan untuk pernapasan buatan dari mulut ke hidung, biasanya digunakan ketika mulut pasien tertutup rapat dan tidak ada cara untuk membukanya. Pernapasan buatan dari mulut ke hidung paling cocok untuk anak-anak atau bayi baru lahir. Karena mulut anak-anak dan bayi baru lahir berukuran kecil, pernapasan buatan dapat menyebabkan perbedaan ventilasi timbal balik karena ukurannya yang tidak sama. Pernapasan buatan dari mulut ke mulut dan hidung lebih efektif, lebih efektif untuk meningkatkan status oksigenasi pasien, merupakan cara pernapasan buatan yang paling penting untuk bayi dan anak-anak.