Ejakulasi retrograde adalah suatu kondisi di mana air mani tidak keluar dari uretra setelah mencapai orgasme, tetapi keluar secara retrograde ke dalam kandung kemih. Ejakulasi retrograde dapat diobati dengan mengonsumsi obat adrenomimetik dan obat antikolinergik, tetapi efektivitasnya berbeda-beda pada setiap orang. 1. Obat fenilefrin: Obat fenilefrin dapat digunakan untuk mengobati ejakulasi retrograde dengan leher kandung kemih yang masih utuh. Obat-obatan ini dapat bekerja pada reseptor alfa leher kandung kemih, sehingga meningkatkan kemampuan kontraksi otot polos leher kandung kemih dan menghalangi masuknya air mani ke dalam kandung kemih secara retrograde. Obat yang umum digunakan meliputi: efedrin, prometazin, norepinefrin, dan sebagainya. 2. Obat antikolinergik: Obat antikolinergik secara efektif dapat memblokir aksi asetilkolin pada leher kandung kemih, sehingga membuat ketegangan leher kandung kemih meningkat, sehingga berperan dalam pengobatan ejakulasi retrograde. Obat yang umum digunakan adalah: bromfeniramin, fenilpropanolamin, dan sebagainya. Pasien dengan ejakulasi retrograde disarankan untuk mencari pertolongan medis, mengidentifikasi penyebab penyakit dan kemudian mengobatinya di bawah bimbingan dokter. Perlu diketahui bahwa efektivitas pengobatan obat untuk penyakit ini tidak pasti, sehingga pengobatan yang diberikan oleh dokter tidak harus berupa obat, dan cukup mengikuti petunjuk dokter.