Peradangan: Peradangan adalah respons pertahanan tubuh terhadap berbagai iritasi dan merupakan ekspresi perlindungannya sendiri. Peradangan bermanfaat jika berada dalam kisaran yang dapat dikelola, dan berbahaya jika melampaui itu. Klasifikasi peradangan: 1. Peradangan bakteri, juga dikenal sebagai infeksi. Patogen termasuk bakteri, virus, mikoplasma, dll. Jika pneumonia, tonsilitis, pielonefritis, uretritis, artritis septik. 2. Peradangan aseptik, tanpa infeksi patogenik. Jika osteoartritis, fasciitis, glomerulonefritis, ankylosing spondylitis, dll. Pengobatan peradangan: 1. Pengobatan peradangan bakteri (infeksi): antibiotik lebih disukai, seperti penisilin, sefalosporin, amoksisilin, eritromisin, dll. 2. Pengobatan radang aseptik: pertama-tama coba hilangkan penyebab penyakitnya, dibantu dengan aplikasi obat-obatan atau metode pengobatan ringan bedah. Obat anti-inflamasi: Orang biasanya menyebut “obat anti-inflamasi” sebagai antibiotik, tetapi obat anti-inflamasi medis bukanlah antibiotik. 1. Antibiotik: misalnya penisilin, sefalosporin, amoksisilin, eritromisin, dll. 2. Obat anti-inflamasi dan analgesik: misalnya aspirin, fentanyl, furosemide, anti-inflamasi nyeri (indometasin), lexapro, celebrex, dll. Bahaya menyalahgunakan antibiotik: Osteoartritis adalah penyakit inflamasi steril dan harus diobati dengan obat anti-inflamasi dan analgesik, bukan antibiotik. Penyalahgunaan antibiotik dapat menyebabkan disbiosis dan resistensi bakteri dalam tubuh, dan pada saat infeksi benar-benar terjadi, mungkin tidak ada obat yang tersedia.