Apakah kanker payudara telah bermetastasis atau tidak, dapat dinilai berdasarkan gejala yang relevan serta pemeriksaan yang relevan. Namun, hal ini terutama bergantung pada pemeriksaan yang relevan untuk menilai. 1. Gejala: Saat kanker payudara bermetastasis, pasien mungkin merasakan berbagai macam ketidaknyamanan, seperti kelelahan, kondisi mental yang buruk, dan sebagainya. Setelah metastasis melalui kelenjar getah bening, akan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan nyeri limfatik. Setelah metastasis melalui paru-paru, pasien mungkin mengalami gejala seperti batuk, batuk berdahak, kesulitan bernapas, dll. Setelah metastasis melalui hati, akan timbul rasa sakit di daerah hati, warna kekuningan, sklera kekuningan dan sebagainya. Namun, tidaklah objektif jika hanya mengandalkan gejala untuk membuat penilaian. 2. Pemeriksaan: Pasien kanker payudara perlu menjalani pemeriksaan rutin, termasuk pemindaian tulang seluruh tubuh, CT scan dada, USG hati, dan lain-lain, yang dapat digunakan untuk menganalisis apakah ada kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, dan kemudian menilai metastasis melalui nilai penanda tumor. Pasien kanker payudara harus didiagnosis dan diobati sejak dini, yang secara efektif dapat mencegah metastasis atau proliferasi, tetapi pengobatan khusus harus dilakukan di bawah bimbingan dokter profesional, dan tidak boleh menggunakan obat tanpa izin. Selama pengobatan, pikiran harus tenang dan hindari rasa takut yang berlebihan.