Kontraindikasi makan telur puyuh untuk lansia

Telur puyuh umumnya tidak direkomendasikan untuk orang tua yang menderita hiperlipidemia, penyakit kardiovaskular, dan mereka yang alergi terhadap telur puyuh.
Menurut penelitian, telur puyuh merupakan makanan yang umum dikonsumsi, karena dalam 100 gram telur puyuh mengandung 11,1% lemak, 515 mg kolesterol, 2,1% karbohidrat, dan 664 KJ energi.
Jika lansia menderita hiperlipidemia, serta penyakit jantung koroner, aterosklerosis, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya, tidak disarankan untuk mengonsumsi telur puyuh, jika tidak, sampai batas tertentu, mudah untuk memperburuk perkembangan penyakit. Selain itu, jika lansia alergi terhadap telur puyuh, sebaiknya tidak dikonsumsi, agar terhindar dari sakit perut, kulit gatal, ruam dan manifestasi alergi makanan lainnya.
Namun, secara umum, lansia yang sehat makan telur puyuh dalam jumlah sedang bermanfaat bagi tubuh, 100g telur puyuh juga mengandung 12,8% protein, 337μg vitamin A, 47mg kalsium dan bahan lainnya, yang dapat mempertahankan fungsi fisiologis normal tubuh.
Lansia perlu memperkuat manajemen diet, gizi seimbang, kombinasi makanan yang wajar, dan biasanya perlu aktif berolahraga, pemeriksaan fisik secara teratur.