Autisme dapat didiagnosis melalui pemeriksaan tambahan, penyelidikan riwayat, dan presentasi gejala.
1. Pemeriksaan tambahan: Dokter dapat secara langsung mengamati adanya gangguan sosial, minat yang sempit, dan perilaku stereotip yang berulang melalui skala observasi, terutama Childhood Autism Assessment Scale dan Autism Diagnostic Observation Scale, bersamaan dengan gejala klinis.
2. Riwayat dan gejala: Kegigihan gejala-gejala khas seperti gangguan interaksi sosial, perkembangan bicara yang tertunda, minat yang sempit dan perilaku yang berulang dan stereotip, dan menyingkirkan skizofrenia, keterbelakangan mental, serta gangguan perkembangan pervasif lainnya pada anak merupakan dasar diagnostik yang utama.
Oleh karena itu, ketika seorang anak dicurigai memiliki gejala-gejala di atas, ia harus berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu untuk mendapatkan intervensi dini di bawah bimbingan dokter profesional.