Ada banyak penyebab sembelit pada bayi, di antaranya adalah faktor makanan, seperti ibu menyusui yang sering makan makanan pedas, anak yang diberi susu formula yang terlalu kental, dan beberapa orang tua yang secara membabi buta memberikan kalsium, zat besi, dan seng kepada anak-anak mereka. Jika pola makan adalah penyebab utama sembelit, bagaimana seharusnya kita makan? Hal pertama adalah mendukung pemberian ASI, selama ibu tidak makan makanan pedas. Ingatlah bahwa serat dan lemak dalam makanan pendamping ASI dapat melunakkan feses. Beberapa ibu memberikan suplemen kalsium, zat besi, dan seng kepada anak-anak mereka. Faktanya, anak-anak umumnya tidak kekurangan kalsium saat mereka disusui atau diberi susu formula. Setelah 4 bulan, mereka mungkin kekurangan zat besi dan mengalami anemia fisiologis, dan suplemen pertama yang ditambahkan adalah untuk mengatasi kekurangan zat besi, sedangkan seng cukup dalam susu formula dan umumnya tidak kekurangan. Suplementasi kalsium, zat besi dan seng secara membabi buta dapat menyebabkan tinja kering. Beberapa anak yang diberi susu formula mengalami sembelit karena susu formula mereka mengandung asam palmitat, jadi gantilah dengan susu formula yang tidak mengandung asam palmitat. Sembelit juga bisa menjadi tanda alergi makanan. Ini sering disertai dengan muntah, pertumbuhan terhambat dan eksim, jadi beralih ke formula protein terhidrolisis dalam atau formula asam amino akan menyelesaikan masalah. Probiotik dan prebiotik berguna untuk mengatasi sembelit pada bayi dan dapat diterapkan. Bagaimana cara merawat bayi saya yang mengalami konstipasi? Pergerakan usus bayi Anda harus dilatih sejak usia 2-3 bulan untuk mengembangkan kebiasaan buang air besar yang teratur dan teratur. Anda dapat memijat perut anak Anda secara berkala. Pijatan lembut searah jarum jam dengan umbilikus sebagai pusatnya dapat meningkatkan pergerakan usus dan memfasilitasi buang air besar. Apakah Anda ingat senam bayi? Lakukanlah untuk anak Anda. Senam bayi juga dapat melancarkan buang air besar. Tips hangat: di rumah dengan bayi yang mengalami sembelit, orang tua harus tetap optimis, memperhatikan tumbuh kembang bayi, perawatan dari makanan, dan memiliki kesabaran yang cukup untuk mengembangkan kebiasaan buang air besar anak.