Air ketuban yang terlalu sedikit yaitu 1,8 cm akan berdampak pada janin, yang dapat menyebabkan hipoplasia paru, malformasi perkembangan organ, malformasi perkembangan tulang, dan sebagainya. 1. Hipoplasia paru: cairan ketuban mendorong perkembangan paru-paru janin, oleh karena itu, cairan ketuban yang terlalu sedikit dapat menyebabkan hipoplasia paru janin, dan pada kasus yang serius, bahkan dapat berdampak pada pembentukan normal respirasi janin pascakelahiran. 2. Malformasi perkembangan organ: cairan ketuban yang terlalu sedikit akan membatasi lingkungan pertumbuhan janin, yang dapat menyebabkan janin mengalami cacat perkembangan pada anggota tubuh, penampilan fisik, wajah, dan sebagainya. 3. Kelainan bentuk tulang: Berkurangnya cairan ketuban juga dapat menyebabkan janin memiliki gerakan yang terbatas, posisi meringkuk, ketidakmampuan untuk berguling, dll., yang dapat mempengaruhi perkembangan tulangnya. Wanita hamil disarankan untuk menjalani pemeriksaan rutin selama kehamilan dan segera mencari pertolongan medis jika cairan ketuban ditemukan berkurang, untuk menghindari konsekuensi yang serius.