Mengapa Pemeriksaan Pendengaran Bayi Baru Lahir

Gangguan pendengaran adalah salah satu cacat lahir yang umum terjadi. Gangguan pendengaran pada bayi dan anak kecil secara langsung mempengaruhi pembentukan bahasa mereka, terutama dalam bentuk pengucapan yang tidak jelas, yang bahkan dapat menyebabkan ketulian pada kasus yang parah. Pada saat yang sama, keterlambatan perkembangan bahasa juga dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan komunikasi psikologis, intelektual dan sosial anak, yang membebani keluarga dan masyarakat.  Pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir adalah: tes pendengaran yang dilakukan pada setiap anak yang baru lahir selama rawat inap. Berdasarkan hasil tes, semua subjek dibagi menjadi dua kelompok: mereka yang lulus skrining dan mereka yang tidak lulus skrining. Mereka yang tidak lulus adalah mereka yang dicurigai memiliki gangguan pendengaran dan harus menjalani tes lebih lanjut untuk menentukan apakah gangguan pendengaran benar-benar ada, serta tingkat dan sifat gangguannya.  Pemeriksaan pendengaran neonatal adalah tes yang objektif, cepat dan non-invasif yang dilakukan dengan teknik elektrofisiologi seperti emisi otoakustik, respons batang otak pendengaran otomatis dan impedansi akustik, selama bayi baru lahir dalam kondisi tidur atau tenang setelah lahir. Tes ini biasanya dapat diselesaikan hanya dalam waktu 5-10 menit. Bayi baru lahir menjalani pemeriksaan pendengaran awal setelah 48 jam kehidupannya.  Tahap perkembangan bahasa yang cepat pada anak-anak terutama terjadi antara usia 0 dan 3 tahun, sedangkan gangguan pendengaran biasanya tidak terdeteksi hingga setelah anak berusia 2 tahun melalui pemeriksaan fisik rutin atau observasi orang tua. Melewatkan periode perkembangan bahasa yang cepat pada anak-anak dapat menunda waktu terbaik untuk rehabilitasi. Oleh karena itu, penerapan pemantauan pendengaran dapat memberikan diagnosis dini bagi sebagian besar anak dengan gangguan pendengaran, sehingga secara efektif mencapai “deteksi dini, diagnosis dini, dan intervensi dini” serta meminimalkan dampak buruk gangguan pendengaran pada anak.