Ada kemungkinan adanya darah dalam tinja selama mengonsumsi obat hormon untuk sindrom nefrotik. Pasien dengan sindrom nefrotik dapat mengalami tukak lambung, perdarahan saluran cerna, dan reaksi merugikan lainnya setelah menggunakan glukokortikosteroid, sehingga ada kemungkinan terdapat darah dalam tinja. Jadi, perhatian klinis harus diberikan pada pencegahan. Sindrom nefrotik pada dasarnya ditandai dengan proteinuria masif, hipoproteinaemia, edema dan hiperlipidemia. Pengobatan sindrom nefrotik meliputi diuresis simptomatik untuk mengurangi oedema dan pengurangan protein urin. Glukokortikoid juga diperlukan untuk menekan respons inflamasi, diuresis, dan eliminasi protein urin. Glukokortikosteroid meliputi hidrokortison, prednison, dan banyak hormon lainnya. Namun, ada serangkaian reaksi merugikan yang dapat terjadi selama penggunaan hormon, seperti sindrom Cushing, reaksi putus obat, serta induksi dan eksaserbasi tukak lambung. Karena glukokortikoid berpotensi menyebabkan peningkatan asam lambung dan pepsin, maka terdapat risiko perdarahan dan perforasi saluran cerna yang menyebabkan darah dalam tinja. Pasien dengan sindrom nefrotik disarankan untuk mengunjungi rumah sakit secara teratur tepat waktu untuk konsultasi dan pengobatan standar di bawah bimbingan dokter.