Bedah laparoskopi ovarium adalah ketika kista ovarium memerlukan pembedahan laparoskopi untuk mengangkatnya. Tes yang perlu dilakukan meliputi tes darah rutin, tes waktu pembekuan darah, USG, elektrokardiogram, dan tes penyakit menular terkait. 1. Tes darah rutin: Tes darah rutin adalah tes darah dasar untuk pemeriksaan fisik, yang terutama mencakup tes sel darah putih, sel darah merah dan trombosit. Cari tahu apakah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit dalam keadaan normal. 2. Tes waktu koagulasi: Pemeriksaan utama adalah apakah fungsi koagulasi pasien tidak normal atau tidak. Umumnya, tes waktu koagulasi harus dilakukan sebelum operasi, dan jika ada kelainan, dapat menyebabkan perdarahan bedah. 3. Pemeriksaan USG: Pemeriksaan USG dapat memeriksa ukuran dan jumlah kista ovarium pasien, yang dapat memberikan penilaian pra operasi yang sempurna bagi dokter untuk memilih dan membuat rencana operasi yang masuk akal. 4. Elektrokardiografi: periksa apakah pasien memiliki gejala seperti aritmia dan iskemia miokard. 5. Pemeriksaan penyakit menular yang relevan: periksa apakah pasien memiliki penyakit menular seperti hepatitis B, AIDS, sifilis, hepatitis C, dan sebagainya. Untuk memastikan keselamatan pasien, operasi laparoskopi sarang sebelum perlu meningkatkan pemeriksaan tambahan yang relevan.