Strabismus adalah kondisi klinis mata yang sangat umum, yang disebabkan oleh faktor bawaan dan faktor yang didapat. Ada banyak jenis strabismus yang berbeda dan banyak cara berbeda untuk mengklasifikasikannya. Oleh karena itu, penanganan strabismus tergantung pada kasus individu dan secara umum dapat dibagi menjadi penanganan konservatif dan penanganan bedah, penanganan konservatif yang paling umum adalah pemakaian kacamata. Perawatan pasien dengan eksotropia tergantung terutama pada derajat strabismus, dan mereka yang memiliki strabismus kecil yang tidak memenuhi kriteria untuk operasi, dapat diobservasi sementara. Jika strabismus cukup besar untuk memenuhi kriteria bedah, maka diindikasikan untuk dilakukan pembedahan. Penatalaksanaan pasien dengan strabismus internal berbeda dan tergantung pada usia pasien dan derajat strabismus. Pada kasus pertama, sebagian strabismus internal dapat dikoreksi dengan kacamata, sehingga kacamata dapat dipakai. Pada kasus kedua, sebagian strabismus internal hanya dapat dikoreksi sebagian dengan kacamata, tetapi sebagian strabismus tetap ada. Jika strabismus masih ada, maka akan diperlukan pembedahan. Jika strabismus disebabkan oleh penyakit okular atau sistemik, prinsip pengobatannya adalah mengatasi penyebabnya, pertama-tama mengobati penyakit primer dan kemudian, setelah enam bulan, memilih untuk operasi jika strabismus berlanjut.