Folikel tenggorokan dianggap terkait dengan faringitis folikuler dan dapat diobati dengan obat-obatan dan fisioterapi seperti yang diresepkan oleh dokter.
Pasien faringitis folikuler akan muncul fenomena folikel tenggorokan, tetapi juga mudah disertai dengan sensasi benda asing, rasa sakit, sensasi terbakar dan gejala tidak nyaman lainnya. Pasien dapat mengonsumsi tablet tenggorokan mint oral, tablet tenggorokan yodium dan tablet tenggorokan lainnya untuk membersihkan dinding belakang tenggorokan, yang dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman. Pasien juga dapat bekerja sama dengan dokter untuk mengoleskan perak nitrat 20% pada area lesi, yang dapat membakar folikel limfoid yang mengalami hipertrofi dan penebalan untuk mencapai tujuan terapi.
Selain pengobatan, beberapa pasien dengan faringitis folikuler juga dapat menjalani terapi fisik seperti laser, microwave, dan krioterapi. Selama masa pengobatan, pasien dengan faringitis folikuler harus memperhatikan kewajaran pola makan, hindari asupan makanan pedas dan mengiritasi, seperti cabai, sawi, dan lain-lain, yang akan dengan mudah memperburuk kondisi dan mempengaruhi pemulihan.
Dianjurkan agar pasien dengan faringitis folikuler mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan, dan tidak boleh menggunakan obat atau resep sendiri untuk mencegah perburukan kondisi.