Bulu mata yang sering jatuh ke dalam mata dapat dikaitkan dengan infeksi bakteri, bulu mata yang terbalik di mata, dan sekresi kelenjar kelopak mata yang berlebihan, dll. Perawatan biasanya didasarkan pada penyebabnya, termasuk pencabutan bulu mata dengan penyeka kapas, pembersihan mata, dan perawatan anti-infeksi.
1. Pengobatan anti infeksi: Infeksi Staphylococcus, Bifidobacterium moaculatum, dan Chlamydia trachomatis dapat menyebabkan bulu mata sering mengalami kerontokan, atau bahkan membentuk bisul dan bulu mata botak. Sebisa mungkin hindari penggunaan kosmetik di sekitar mata, obat tetes mata antibiotik topikal, seperti ofloksasin, kloramfenikol, salep mata eritromisin, dll., Dan obat tetes mata senyawa seng sulfat dapat digunakan jika perlu, dan pada saat yang sama, vitamin B harus ditambah.
2. Perawatan bedah: Bulu mata yang terbalik terkait dengan faktor bawaan, atau jaringan parut pasca operasi yang menyebabkan bulu mata terbalik. Gesekan bulu mata yang berulang pada bola mata menyebabkan keratitis, ulkus kornea, dan lesi lainnya, dan kebanyakan dari mereka membutuhkan koreksi entropion kelopak mata untuk mengatasi masalah tersebut.
3. Penyeka kapas untuk mencabut bulu mata: Kelenjar kelopak mata menghasilkan banyak sekresi yang menyebabkan bulu mata sering jatuh ke dalam mata, jadi Anda perlu memperhatikan kebiasaan mata Anda dan memastikan mata Anda bersih. Anda dapat menggunakan kapas untuk menghilangkan bulu mata dari mata dengan lembut, dan mengonsumsi vitamin B dan nutrisi lain yang sesuai.
Bulu mata sering jatuh ke dalam mata, jangan mengobati sendiri, perlu mencari perawatan medis sesegera mungkin.